Rabu, 12 Oktober 2016

Membuat Layout Running LED Pada PCB


                                        LEMBAGA PENDIDIKAN KEJURUAN TEKNIK
                                         SMK PANGUDI LUHUR LEONARDO KLATEN

                             LAPORAN PRAKTIK TEKNIK MEKATRONIKA KELAS XI


                                           Membuat Layout Running LED pada PCB

 
I. Tujuan
    ^ Siswa dapat memahami bagaimana cara penggunaan ARES 7
    ^ Siswa dapat menerapkan materi - materi yang diperoleh dari jam teori kedalam praktik
    ^ Siswa dapat membuat Layout rangkaian Running LED menggunakan ARES 7 dan mencetaknya
    ^ Siswa mampu menyelesaikan masalah yang muncul saat proses pembuatan Layout Running LED dan pencetakan pada PCB
    ^ Melatih ketelitian siswa saat proses pembuatan rangkaian
II. Alat Dan Bahan
Alat :
- PC
- Program ISIS Proteus 7
- Program ARES 7
- Printer Laser
- Bor
- Setrika Listrik 

- Gunting
- Gerinda
- Permanent Marker (ukuran medium)
Bahan :
Untuk membuat rangkaian dan Layout Running LED, dibutuhkan:
 - IC 555
 - IC 4017
 - Capasitor
 - Resistor
 - LED Biru
 - LED Merah
 - LED Hijau
 - LED Kuning
 - Potensio HG
 - Dioda 1N4007
(Bahan virtual dicari dalam program Proteus)
- Kertas Foto
- PCB 

- Amplas
III. Langkah Kerja
Dalam membuat rangkaian Running LED dengan menggunakan ARES 7, kita harus melakukan langkah – langkah berikut :
1. Nyalakan PC anda
2. Buka aplikasi ISIS Proteus 7 yang ada dalam PC anda
3. Siapkan bahan bahan yang diperlukan dengan klik componen mode lalu pilih P untuk memasukkan komponen
4. Pilih terminal mode untuk memasukkan Ground dan VCC
5. Masukkan komponen sesuai kebutuhan ke lembar kerja
6. Atur posisi komponen agar mudah dalam merangkai
4. Hubungkan satu persatu komponen sesuai dengan tugas dan ketentuan
5. Cek rangkaian anda dengan klik "Play"
6. Jika komponen berubah warna menjadi merah atau biru, itu artinya komponen terhubung atau berfungsi
7. Namun jika komponen berubah warna menjadi abu - abu, itu artinya terjadi konsleting atau salah hubung. Untuk memperbaikinya, klik "Stop" terlebih dahulu. Lalu anda dapat memperbaiki rangkaian agar tidak terjadi konsleting.
8. Bila anda sudah yakin dengan rangkaian itu, cek kembali dengan menekan "Play"
9. Jika seluruh rangkaian anda sudah benar, klik "Stop". Lalu simpan hasil kerja anda dengan klik "save"
10. Untuk membuat Layout pada ARES 7, yang pertama klik pada komponen dengan klik kanan lalu pilih Packaging Tool (langkah ini dilakukan pada skematik yg telah anda buat di ISIS Proteus 7).
11. Setelah itu akan muncul tabel berisi nama tiap kaki komponen(kiri) dan gambar komponen(kanan). jika pada tabel nama kaki komponen tidak tercantum, berilah nama kaki komponen tersebut, jika sudah klik "Assign Package(s)". Akan muncul kontak dialog lalu klik "save", lakukan langkah ini pada semua komponen yang ada pada rangkaian.
12. Jika sudah, pada bagian tools klik "Nest to ARES"
13. Secara otomatis PC anda akan masuk ke program ARES.
14. Masukkan komponen yang sudah otomatis ada di "component mode". Tempatkan komponen pada lembar kerja anda. Dan beri garis tepi dengan klik " 2D Graphics Box Mode ".
15. Untuk menghubungkan setiap kaki komponen akan ada garis petunjuk sesuai rangkaian yang sudah anda buat sebelumnya dalam ISIS Proteus 7. Lalu beri lubang untuk VCC dan Ground dengan klik " Pick Parts From Libraries ".
16. Untuk menghubungkan setiap kaki komponen klik "Track Mode", lalu aturlah ukuran garis dan warna garis. Ukuran standard yaitu 40th dan warna Bottom Coper.
17. Lalu hubungkan setiap kaki komponen sesuai dengan garis petunjuk yang ada. Jika tidak sesuai dengan petunjuk, maka garis yang anda buat akan berwarna kuning.
18. Untuk menghemat PCB saat mencetak, Layout harus dibuat se-efektif dan se-sederhana mungkin.
19. Garis yang anda buat tidak boleh melewati celah antara kaki IC. Jika melewati, secara otomatis garis akan menyempit dan kemungkinan akan hilang saat dicuci.
20. Jika Layout sudah jadi, beri keterangan VCC/Ground dan beri nama Layout dengan klik "2D Graphics Text Mode". Lalu klik pada bagian yg akan dinamai dan tuliskan apa yang akan anda tuliskan.
21. Untuk menge-blok layout, klik " Zone Mode ".
22. Setelah itu print Layout yang sudah anda buat sebelumnya pada kertas foto dengan klik Print pada toolbar Output. Akan muncul pilihan lalu klik ok.
23. Setelah itu, potonglah PCB sesuai ukuran Layout yang sudah dicetak menggunakan gerinda tangan. Lalu potong kertas foto pada bagian yang digunakan menggunakan gunting.
24. Sebelum disetrika, amplas terlebih dahulu  PCB. Temperatur setrika tidak boleh terlalu dingin ataupun terlalu panas, harus pas agar Layout pada kertas foto dapat menempel semua.
25. Letakkan kertas foto berhadapan dengan sisi tembaga PCB.Lalu setrika setikit demi sedikit hingga merata dan kertas foto berwarna hitam, jangan sampai keras foto berwarna kuning seperti terbakar. Jika sudah, biarkan PCB sampai tidak panas.
26. Jika sudah, bersihkan kertas foto dengan ditekan sambil digosok perlahan didalam air. Jika ada jalur yang hilang, tebalkan dengan sepidol permanen. Lalu larutkan dengan Fericlorid dan bersihkan dengan amplas.
27. Setelah itu, lubangi Layout dengan Bor, pengboran dapat dilakukan sebelum pelarutan PCB ataupun sesudahnya.

IV. Hasil Kerja



                                                            (Skematik Running LED)


(Layout Running LED)

(3D Visualization)


V. Keselamatan Kerja
* Gunakan perlengkapan praktik sesuai ketentuan yang berlaku. Contoh: Workpack
* Jangan makan ataupun minum saat anda praktik didepan PC anda.

* Taatilah peraturan yang berlaku di bengkel
* Jangan bercanda saat praktik berlangsung

* Jangan bermain-main dengan listrik AC

VI. Kesimpulan

    
Dalam praktek kali ini,kesulitan ada pada cara menyambungkan dan meletakkan komponen, apabila rangkai yang dibuat mengalami kesalahan kita harus cermat dalam menemukan bagian yang harus diperbaiki dan cara mengatasi masalah tersebut.Dibutuhkan kesabaran dalam proses pengerjaan pada PCB dan saat menyetrika.
Anda dituntut untuk berfikir kritis dalam pembuatan layout ini. Saat terjadi kesalahan jangan menyerah dan pasrah, pekerjaan anda tidak akan mungkin selesai tepat waktu. Jika anda merasa kurang mampu, sebaiknya lebih banyak berlatih dan bertanya pada guru pembimbing atau teman yang lebih tau.


                                                                                                        Klaten, 14 Oktober 2016
 Mengetahui,
Guru Pembimbing 1                         Guru Pembimbing 2                           Siswa


F. Nanda Christy                                 Y. Prasetyo Adi N.                  Elisabeth Ajeng S. P.

Selasa, 06 September 2016

Membuat Layout Dimer dan Running LED dengan ISIS ARES 7

LEMBAGA PENDIDIKAN KEJURUAN TEKNIK
SMK PANGUDI LUHUR LEONARDO KLATEN

LAPORAN PRAKTIK TEKNIK MEKATRONIKA KELAS XI

Membuat Layout Dimer dan Running LED Menggunakan ARES 7

I. Tujuan
^ Siswa dapat memahani bagaimana cara penggunaan ARES 7
^ Siswa dapat menerapkan materi - materi yang diperoleh dari jam teori kedalam praktik
^ Siswa dapat membuat Layout rangkaian Dimer dan Running LED menggunakan ARES 7
^ Siswa mampu menyelesaikan masalah yang muncul saat proses pembuatan Layout Dimer dan Running LED
^ Melatih ketelitian siswa saat proses pembuatan rangkaian
II. Alat Dan Bahan
Alat :
Program ISIS Proteus 7
Program ARES 7
Bahan :
Untuk membuat rangkaian Dimer,dibutuhkan:
 - Capasitor
 - Resistor
 - LED Biru
Untuk membuat rangkaian dan Layout Running LED, dibutuhkan:
 - IC 555
 - IC 4017
 - Capasitor
 - Resistor
 - LED Biru
 - LED Merah
 - LED Hijau
 - LED Kuning
 - Potensio HG
 - Dioda 1N4007
(Bahan virtual dicari dalam program Proteus)
III. Langkah Kerja
   Dalam membuat rangkaian Dimer dan Running LED dengan menggunakan ARES 7, kita harus      melakukan langkah – langkah berikut :
1. Nyalakan PC anda
2. Buka aplikasi ISIS Proteus 7 yang ada dalam PC anda
3. Siapkan bahan bahan yang diperlukan dengan klik componen mode lalu pilih P untuk memasukkan komponen
4. Pilih terminal mode untuk memasukkan Ground dan VCC
5. Masukkan komponen sesuai kebutuhan ke lembar kerja
6. Atur posisi komponen agar mudah dalam merangkai
4. Hubungkan satu persatu komponen sesuai dengan tugas dan ketentuan
5. Cek rangkaian anda dengan klik "Play"
6. Jika komponen berubah warna menjadi merah atau biru, itu artinya komponen terhubung atau berfungsi
7. Namun jika komponen berubah warna menjadi abu - abu, itu artinya terjadi konsleting atau salah hubung. Untuk memperbaikinya, klik "Stop" terlebih dahulu. Lalu anda dapat memperbaiki rangkaian agar tidak terjadi konsleting.
8. Bila anda sudah yakin dengan rangkaian itu, cek kembali dengan menekan "Play"
9. Jika seluruh rangkaian anda sudah benar, klik "Stop". Lalu simpan hasil kerja anda dengan klik "save"
10. Untuk membuat Layout pada ARES 7, yang pertama klik pada komponen dengan klik kanan lalu pilih Packaging Tool (langkah ini dilakukan pada skematik yg telah anda buat di ISIS Proteus 7).
11. Setelah itu akan muncul tabel berisi nama tiap kaki komponen(kiri) dan gambar komponen(kanan). jika pada tabel nama kaki komponen tidak tercantum, berilah nama kaki komponen tersebut, jika sudah klik Assign Package(s). Akan muncul kontak dialog lalu klik "save", lakukan langkah ini pada semua komponen yang ada pada rangkaian.
12. Jika sudah, pada bagian tools klik "Nest to ARES"
13. Secara otomatis PC anda akan masuk ke program ARES.
14. Masukkan komponen yang sudah otomatis ada di "component mode". Tempatkan komponen pada lembar kerja anda. Dan beri garis tepi dengan klik " 2D Graphics Box Mode ".
15. Untuk menghubungkan setiap kaki komponen akan ada garis petunjuk sesuai rangkaian yang sudah anda buat sebelumnya dalam ISIS Proteus 7. Lalu beri lubang untuk VCC dan Ground dengan klik " Pick Parts From Libraries ".
16. Untuk menghubungkan setiap kaki komponen klik "Track Mode", lalu aturlah ukuran garis dan warna garis. Ukuran standard yaitu 40th dan warna Bottom Coper.
17. Lalu hubungkan setiap kaki komponen sesuai dengan garis petunjuk yang ada. Jika tidak sesuai dengan petunjuk, maka garis yang anda buat akan berwarna kuning.
18. Untuk menghemat PCB saat mencetak, Layout harus dibuat se-efektif dan se-sederhana mungkin.
19. Garis yang anda buat tidak boleh melewati celah antara kaki IC. Jika melewati, secara otomatis garis akan menyempit dan kemungkinan akan hilang saat dicuci.
20. Jika Layout sudah jadi, beri keterangan VCC/Ground dan beri nama Layout dengan klik "2D Graphics Text Mode". Lalu klik pada bagian yg akan dinamai dan tuliskan apa yang akan anda tuliskan.
21. Untuk menge-blok layout, klik " Zone Mode ".
22. Layout sudah jadi, dan siap dicetak.

IV. Hasil Kerja
Berikut merupakan Layout Running LED:


                                           

Berikut merupakan Layout Dimer:

                                                                                           



V. Keselamatan Kerja
* Gunakan perlengkapan praktik sesuai ketentuan yang berlaku. Contoh: Workpack
* Jangan makan ataupun minum saat anda praktik didepan PC anda.
* Jangan bercanda saat sedang praktik.
* Taatilah peraturan yang berlaku di bengkel
* Jangan bermain - main dengan listrik AC

VI. Kesimpulan
      Dalam praktek kali ini,kesulitan ada pada cara menyambungkan dan meletakkan komponen, apabila rangkai yang dibuat mengalami kesalahan kita harus cermat dalam menemukan bagian yang harus diperbaiki dan cara mengatasi masalah tersebut.
      Anda dituntut untuk berfikir kritis dalam pembuatan layout ini. Saat terjadi kesalahan jangan berhenti untuk mencoba karna jika anda berhenti, pekerjaan anda tidak mungkin selesai tepat waktu. Jika anda merasa kurang mampu, sebaiknya lebih banyak berlatih.

      

                                                                                                             Klaten, 6 September 2016

Mengetahui,
Guru Pembimbing 1                          Guru Pembimbing 2                                             Siswa



F. Nanda Christy                              Y. Prasetyo Adi N.                                   Elisabeth Ajeng S. P.

Senin, 22 Agustus 2016

Membuat Skematik/ Rangkaian Running LED, Trafic Light, Dan Flip - Flop Menggunakan ISIS Proteus7

LEMBAGA PENDIDIKAN KEJURUAN TEKNIK
SMK PANGUDI LUHUR LEONARDO KLATEN

LAPORAN PRAKTIK TEKNIK MEKATRONIKA KELAS XI
Membuat Rangkaian Running LED, Flip - Flop, Dan Trafic Light Menggunakan Proteus ISIS 7

I.  Tujuan
^ Siswa dapat memahani bagaimana cara penggunaan aplikasi Proteus ISIS 7
^ Siswa dapat menerapkan materi - materi yang diperoleh dari jam teori kedalam praktik
^ Siswa dapat membuat rangkaian simulasi/skematik Running LED, Flip - Flop, dan Trafic Light
^ Siswa mampu menyelesaikan masalah yang muncul saat proses pembuatan rangkaian   Running                LED, Flip - Flop, dan Trafic Light
^ Melatih ketelitian siswa saat proses pembuatan rangkaian

II.  Alat Dan Bahan
a.    Alat :
1. Program Proteus ISIS 7
b.   Bahan :
1.  IC 555
2.  IC 4017
3.  Capasitor
4.  Resistor
5.  Led Biru
6.  Led Merah
7.  Led Hijau
8.  Led Kuning
9.  Potensio HG
10. Dioda 1N4007
(Bahan virtual dicari dalam program Proteus)

III.  Langkah Kerja
  Dalam membuat rangkaian dengan menggunakan Proteus ISIS 7, kita harus melakukan langkah – langkah berikut :
1. Nyalakan PC anda
2. Buka aplikasi ISIS Proteus 7 yang ada dalam PC anda
3. Siapkan bahan bahan yang diperlukan dengan klik componen mode lalu pilih P untuk memasukkan               komponen
4. Pilih terminal mode untuk memasukkan Ground dan VCC
5. Masukkan komponen sesuai kebutuhan ke lembar kerja
6. Atur posisi komponen agar mudah dalam merangkai
4. Hubungkan satu persatu komponen sesuai dengan tugas dan ketentuan
5. Cek rangkaian anda dengan klik "Play"
6. Jika komponen berubah warna menjadi merah atau biru, itu artinya komponen terhubung atau berfungsi
7. Namun jika komponen berubah warna menjadi abu - abu, itu artinya terjadi konsleting atau salah hubung.     Untuk memperbaikinya, klik "Stop" terlebih dahulu. Lalu anda dapat memperbaiki rangkaian agar tidak         terjadi konsleting.
8. Bila anda sudah yakin dengan rangkaian itu, cek kembali dengan menekan "Play"
9. Jika seluruh rangkaian anda sudah benar, klik "Stop". Lalu simpan hasil kerja anda dengan klik "save".

IV.  Hasil Kerja

1. Berikut merupakan skematik Running LED :


(Komponen : IC 555, Capasitor 300uF, Potensiometer, IC 4017, Led (merah,kuning,hijau), Resistor)


2. Berikut merupakan skematik Trafic Light:


(Komponen : IC 555, Capasitor 300uF, Potensiometer, IC 4017, Led (merah,kuning,hijau), Resistor dan Dioda)
                                                                  
Berikut merupakan skematik Flip - Flop: 

(Komponen : IC 555, Capasitor 4.7u, Resistor 220 Ohm (2 buah), Resistor 100 Ohm, 10k)

V. Keselamatan Kerja 

* Gunakan perlengkapan praktik sesuai ketentuan yang berlaku. Contoh: Workpack
* Jangan makan ataupun minum saat anda praktik didepan PC anda.
* Jangan bermain - main dengan listrik AC
* Taatilah peraturan yang berlaku di bengkel

VI. Kesimpulan
 Dalam praktek kali ini,kesulitan terjadi saat kita mencoba rangkain yang telah dibuat, apabila rangkai yang dibuat mengalami kesalahan kita harus cermat dalam menemukan bagian yang harus diperbaiki dan cara mengatasi masalah tersebut.
      Dalam mengatasi kesalahan dalam rangkaian kita dapat lakukan dengan cara menambahkan komponen atau mengurangi komponen, mengubah jalur pada rangkaian dan mengubah nilai resistansi dari komponen yang digunakan, serta selalu mengecek rangkaian jika sudah selesai dalam membuat rangakaian sehingga dapat mengetahui rangkaian tersebut sudah benar atau belum.


                                                                                                                 Klaten, 24 Agustus 2016

Mengetahui,
Guru Pembimbing 1                          Guru Pembimbing 2                                             Siswa



F. Nanda Christy                              Y. Prasetyo Adi N.                                   Elisabeth Ajeng S. P.

Kamis, 21 Juli 2016

Apa Itu Mekatronika?
 
 
Gambar: Difinisi dan keterkaitan ilmu di mekatronika
 
 Mekatronika (Jerman: Mechatronik; Inggris: Mechatronic) diambil dari kata mekanika, elektronika, dan informatika. Mekatronika adalah suatu disiplin ilmu teknik yang mengkombinasikan sinergi dari teknik mesin, elektronika, teknik komputer yang seluruhnya diintegrasikan untuk melakukan perancangan produk. Keterkaitan disiplin ilmu yang terlibat dalam mekatronika tersebut diatas adalah teknik mesin dengan teknik elektro menghasilkan elektro mekanik, teknik mesin dengan teknik komputer menghasilkan software mesin dan teknik elektro dengan teknik komputer menghasilkan software elektro. Semua produk-produk modern saat ini yang ada dipasaran dibuat dengan latar belakang dari disiplin ilmu tersebut diatas. Dalam upaya untuk menunjang kebutuhan disiplin ilmu tersebut .

 
Dari definisi-definisi di atas, dapat disimpulkan beberapa bidang ilmu yang menyumbangkan peranannya dalam perkembangan ilmu mekatronika, adalah:
a. Sistem Mekanika
b. Sistem Elektronika
c. Sistem Kontrol, dan
d. Sistem Komputer
Penggabungan beberapa bidang di atas, menghasilkan beberapa ilmu baru, yaitu: Elektro-mekanika yang merupakan penggabungan ilmu mekanika dan elektronika, Kontrol Elektronika yang memadukan ilmu elektronika dengan sistem kontrol, Sistem Kontrol Digital yang mempertemukan ilmu sistem kontrol dengan sistem komputer dan Mekanika CAD (Computer Aided Design) yang merupakan perpaduan ilmu mekanika dengan sistem komputer. Kemudian, integrasi keseluruhan ilmu tersebutlah yang menjadi akar dari perkembangan bidang mekatronika.

 
 


Manfaat Sistem Mekatronika
Beberapa manfaat penerapan mekatronik adalah sebagai berikut:
1. Meningkatkan fleksibilitas
Manfaat terbesar yang dapat diperoleh dari penerapan mekatronik adalah meningkatkan fleksibilitas mesin dengan menambahkan fungsi-fungsi baru yang mayoritas merupakan kontribusi mikro-prosesor. Sebagai contoh, lengan robot industri dapat melakukan berbagai jenis pekerjaan dengan merubah program peranti lunak di mikro-prosesornya seperti halnya lengan manusia. Ini yang menjadi faktor utama dimungkinkannya proses produksi produk yang beraneka ragam tipenya dengan jumlah yang sedikit-sedikit.
2. Meningkatkan kehandalan
Pada mesin-mesin konvensional (manual) muncul berbagai masalah yang diakibatkan oleh berbagai jenis gesekan pada mekanisme yang digunakan seperti: keusangan, masalah sentuhan, getaran dan kebisingan. Pada penggunaan mesin-mesin tersebut diperlukan sarana dan operator yang jumlahnya banyak untuk mencegah timbulnya masalah-masalah tersebut. Dengan menerapkan switch semikonduktor misalnya, maka masalah-masalah akibat sentuhan tersebut dapat diminimalkan sehingga meningkatkan kehandalan. Selain itu, dengan menggunakan komponen-komponen elektronika untuk mengendalikan gerakan, maka komponen-komponen mesin pengendali gerak bisa dikurangi sehingga meningkatkan kehandalan.
3. Meningkatkan presisi dan kecepatan
Pada mesin-mesin konvensional (manual) yang sebagian besar menggunakan komponen-komponen mesin sebagai pengendali gerak, tingkat presisi dan kecepatan telah mencapai garis saturasi yang sulit untuk diangkat lagi. Dengan menerapkan kendali dijital dan teknologi elektronika, maka tingkat persisi mesin dan kecepatan gerak mesin dapat diangkat lebih tinggi lagi sampai batas tertentu. Batas ini misalnya adalah rigiditas mesin yang menghalangi kecepatan lebih tinggi karena munculnya getaran. Hal ini melahirkan tantangan baru yaitu menciptakan sistem mesin yang memiliki rigiditas lebih tinggi.
 
 
 
 
Pengaplikasian Bidang Mekatronika
Sangat banyak pengaplikasian di bidang mektaronika dewasa ini,seperti hal sebagai berikut:
1. Otomotif
2. Aerospace
3. Medikal
4. Xerografi
5. Sistem Pertahanan
6. Produk-produk Konsumen
7. Manufaktur
8. Pemprosesan Material